LABUHA – Warga Kompleks Organsas, Amasing Kota Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, Senin (1/2/2026) dibuat geger. Seorang pria berinisial BS alias Bagong (36) ditemukan tewas tergantung di kamar rumahnya.
Ia nekat mengakhiri hidup sendiri diduga karena depresi. Korban pertama kali ditemukan oleh ibunya, Tati, sekitar pukul 07.00 WIT saat hendak menyiapkan sarapan. “Mama saya yang menemukan saat hendak masak ikan,” kata kakak korban, Indah Samid, saat ditemui di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Indah menambahkan, Bagong adalah anak kedua dari empat bersaudara dan dikenal sehat secara fisik, tanpa riwayat penyakit serius. Meski diduga depresi, penyebab pasti yang mendorong korban mengakhiri hidupnya hingga kini masih belum diketahui.
Kabag Humas Polres Halsel, AKP Sunadi Sugiono, membenarkan peristiwa tragis itu. Pihak kepolisian telah mengamankan barang bukti berupa tali yang digunakan korban untuk gantung diri. “Untuk motifnya, kita belum tahu. Saat ini masih dalam penyelidikan polisi,” jelas Sunadi.
Kapolres Halse, AKBP Hendra Gunawan, menambahkan, berdasarkan pemeriksaan awal, korban diduga mengalami depresi. “Keluarga menyampaikan bahwa korban memiliki riwayat gangguan psikologis serta penyakit maag akut,” ujarnya.
Kasus ini kembali menyoroti masalah kesehatan mental dan tekanan sosial di Halsel. Data menunjukkan tren peningkatan kasus bunuh diri sejak 2024, dengan mayoritas pelaku berusia produktif 25–40 tahun, yang menghadapi tekanan ekonomi, keluarga, maupun pekerjaan.
Satreskrim Polres Halsel melakukan olah TKP dan memasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Meski demikian, pihak keluarga menolak tindakan visum.
Mereka memilih memakamkan korban secara layak dan menerima peristiwa ini sebagai musibah. Kasus ini menjadi pengingat bahwa bunuh diri bukan hanya persoalan individu, tetapi fenomena sosial yang memerlukan perhatian serius. (**)





